Pengertian dan Perbedaan Saham, Reksadana, Bitcoin, dan Forex

  • 4 min read
  • Feb 26, 2021

Kondisi pandemi yang tiba-tiba membuat banyak orang menyadari pentingnya memiliki berinvestasi. Ada banyak instrumen investasi yang bisa Anda pilih. Beberapa di antaranya adalah saham, reksadana, bitcoin, dan forex. Namun, sebelum menentukan jenis investasi yang Anda pilih, Anda perlu memahami lebih dulu definisi dan perbedaan masing-masing jenis investasi tersebut.

Banyaknya investasi membuat banyak orang menjadi bingung membedakan satu jenis investasi dengan jenis lainnya. Karena itu, Anda perlu memahami lebih dulu apa definisi dari masing-masing jenis investasi dan juga perbedaan.

Mengenal Instrumen Investasi

Secara umum, ada dua jenis instrumen investasi yang bisa Anda pilih. Yaitu jenis real paper asset dan unreal paper asset. Saham dan reksadana merupakan instrumen investasi yang termasuk dalam jenis real paper asset. Sementara forex dan bitcoin termasuk dalam jenis unreal paper asset. 

Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai instrumen investasi tersebut.

Instrumen Investasi: Real Paper Asset

Secara umum, hanya ada dua jenis investasi yang termasuk dalam real paper asset. Yaitu investasi untuk membeli kepemilikan usaha atau perusahaan dan investasi untuk memberi pinjaman atau hutang. 

Instrumen investasi untuk membeli kepemilikan usaha umum dikenal sebagai saham. Sedangkan instrumen investasi untuk memberikan pinjaman umum dikenal sebagai obligasi atau surat hutang. 

Investasi Saham: Menjadi Pemilik Perusahaan yang Anda Suka

Saham termasuk jenis investasi yang dilakukan dengan membeli kepemilikan suatu usaha atau perusahaan. Kepemilikan saham umumnya ditunjukan dengan adanya surat berharga yang menyatakan kepemilikan sebuah perusahaan, baik perusahaan tertutup atau perusahaan terbuka/publik.

Saham perusahaan tertutup hanya bisa dibeli orang orang-orang tertentu saja. Sedangkan saham perusahaan terbuka bisa dibeli oleh masyarakat secara umum. Selain itu, sebuah perusahaan terbuka juga memiliki kewajiban untuk melaporkan keuangan perusahaan yang telah diaudit serta kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan kepada publik.

Jika Anda berminat untuk berinvestasi saham, Anda bisa mencari perusahaan yang terdaftar atau sudah listing di bursa saham. Perusahaan seperti ini umum disebut sebagai emiten dan memiliki kode emiten masing-masing. Harga saham suatu emiten di bursa saham biasanya cukup murah. Namun, Anda wajib membelinya dalam hitungan lot. Dimana satu lot sama dengan 100 lembar saham.

Sumber keuntungan dari investasi saham berasal dari capital gain dan deviden. Capital gain merupakan keuntungan yang didapat dari selisih nilai jual dan beli saham. Sedangkan deviden adalah keuntungan yang didapat dari laba perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham sesuai dengan persentase kepemilikan saham.

Investasi Reksadana: Investasi Real Paper Asset yang Lebih Minim Resiko

Saat Anda akan menyimpan dana yang Anda miliki pada instrumen investasi seperti saham atau obligasi, Anda perlu melakukan beberapa analisa terlebih dahulu. Seperti analisa teknikal atau analisa fundamental. Bagi banyak orang, analisa seperti ini sangat memakan waktu bahkan sulit dilakukan. Karena itu, mereka memilih untuk berinvestasi melalui reksadana.

Reksadana merupakan instrumen investasi turunan dari bentuk investasi paper asset. Mengapa disebut turunan? Karena pada reksadana, pemilihan jenis investasi tidak Anda lakukan sendiri. Namun diwakilkan kepada manajer investasi. Selanjutnya, manajer investasi akan menempatkan dana Anda sesuai dengan profil resiko yang Anda miliki.

Umumnya, reksadana dipilih oleh orang yang tidak memiliki banyak waktu untuk memilih saham atau obligasi. Karena itu, reksadana menjadi alternatif instrumen investasi yang tepat sesuai resiko. Dana yang Anda simpan di reksadana akan diletakkan ke dalam instrumen saham atau obligasi sesuai dengan profil resiko Anda.

Karena penempatan dana investasi diserahkan kepada manajer investasi, maka potensi keuntungan yang Anda miliki tidak akan sebesar keuntungan yang Anda dapatkan saat berinvestasi langsung. Sejumlah keuntungan yang Anda dapatkan akan dibayarkan juga kepada manajer investasi sebagai fee yang jumlahnya sesuai dengan yang telah ditetapkan.

Instrumen Investasi: Unreal Paper Asset

Setelah membahas investasi dalam bentuk paper asset, Anda juga perlu mengetahui bentuk investasi lainnya. Yaitu investasi unreal paper asset. Ada sejumlah instrumen investasi yang termasuk dalam jenis investasi ini. Yang paling umum adalah forex, bitcoin, dan juga komoditas seperti emas, gandum, gula, dan lain sebagainya.

Perbedaan antara investasi dalam bentuk real paper asset dan unreal paper asset tentu saja sangat jelas. Meski begitu, banyak orang yang mengira keduanya adalah hal yang sama. Biasanya, kebingungan ini muncul pada orang awam yang masih kesulitan memahami bahwa bitcoin dan trading forex berbeda dengan saham.

Jika Anda termasuk orang yang masih bingung, berarti Anda perlu membaca artikel ini sampai tuntas.

Investasi Forex: Jual Beli Valuta Asing

Sebelum membahas bitcoin, Anda perlu memahami pengertian forex terlebih dahulu.

Forex merupakan singkatan atau istilah umum yang berasal dari kata foreign exchange. Investasi ini pada dasarnya merupakan perdagangan jual beli valuta atau mata uang asing melalui bursa. Ada empat jenis bursa atau saham yang biasa menjadi tempat perdagangan valuta asing, yaitu:

1. Pasar Spot: umum disebut sebagai money changer dan biasa digunakan masyarakat untuk melakukan jual beli valuta asing.

2. Pasar Forward: umum digunakan oleh perusahaan untuk menukar sebagian cashnya ke valuta asing dengan tujuan menjaga selisih kurs.

3. Pasar Future: perdagangan valuta asing pada pasar jenis ini berlangsung mirip dengan perdagangan saham.

4. Pasar Opsi: memberikan pilihan untuk melakukan penjualan atau pembelian valuta asing di waktu tertentu saja.

Orang-orang yang berinvestasi forex biasanya mendapat keuntungan dari margin jual beli mata uang asing yang mereka miliki. Misalnya saja, jika memilih untuk berinvestasi Dolar, maka orang tersebut akan membeli Dolar saat nilai Rupiah menguat dan menjualnya pada saat Dolar menguat.

Investasi Bitcoin: Instrumen Investasi yang Menggiurkan dan Beresiko

Nama bitcoin mungkin bukan nama yang asing bagi Anda. Beberapa waktu belakangan, nama bitcoin sempat mencuat. Apalagi sejak Elon Musk dikabarkan memborong mata uang satu ini. Tapi, apa sebenarnya bitcoin?

Sekilas, bitcoin memang bisa dikatakan sebagai mata uang asing. Hanya saja, mata uang ini adalah mata uang yang berbentuk digital dan biasa disebut sebagai cryptocurrency. Berbeda dengan mata uang asing lainnya, cryptocurrency merupakan mata uang digital yang berbasis jaringan internet dan memiliki jumlah terbatas. Nilai dan jumlah dari suatu mata uang digital ini dilindungi oleh sandi-sandi yang rumit untuk menjamin keamanannya. 

Selain bitcoin, ada berbagai jenis mata uang digital lainnya. Namun, bitcoin adalah jenis mata uang digital yang saat ini paling terkenal dan menggiurkan. Sayangnya, investasi dalam bentuk cryptocurrency ini masih digolongkan sebagai investasi dengan resiko yang sangat tinggi. Salah satu alasannya karena fluktuasi harga yang sangat tinggi. Di samping itu, bitcoin dan mata uang digital lainnya masih belum mendapatkan legalitas dan regulasi yang resmi di Indonesia.

Itulah beberapa pengertian dan perbedaan antara saham, reksadana, bitcoin, dan forex. Dengan mengetahui pengertian dan perbedaan tersebut, maka akan lebih mudah bagi Anda untuk menentukan jenis investasi yang sesuai untuk Anda.

Pastikan Anda menyimpan uang Anda pada instrumen investasi yang paling Anda pahami dan kuasai. Karena pada dasarnya, setiap instrumen investasi memiliki resikonya masing-masing. Dengan memahami dan menguasai jenis investasi yang Anda pilih, secara tidak langsung Anda telah menurunkan resiko investasi Anda. 

https://feeds.feedburner.com/numpanglewat