Mengenal Bareksa: Sejarah, Cara Daftar Bareksa, hingga Cara Beli Reksadana di Bareksa

  • 4 min read
  • Mar 07, 2021

Reksadana adalah salah satu instrumen investasi yang saat ini digemari masyarakat. Daya tarik utama dari reksadana adalah harganya yang terjangkau, aman, dan juga praktis. Meski baru populer beberapa waktu terakhir, reksadana bukanlah instrumen investasi baru. Ada sejarah panjang yang dilalui reksadana, baik di dunia maupun di Indonesia.

Untuk mengetahui hal tersebut lebih lanjut, Anda bisa membaca artikel ini sampai akhir.

Sejarah Reksadana dan Bareksa

Reksadana pertama hadir sekitar tahun 1744 dari usulan seorang pedagang Belanda yang bernama Adriaan van Ketwich. Reksadana pertama ini bernama Eendragt Maakt Magt, yang artinya Persatuan Menciptakan Kekuatan. Pada awalnya, penjualan reksadana hanya dapat dijual ke investor lain, bukan ke pengelola. 

Reksadana modern baru muncul sekitar tahun 1907 dengan nama Alexander Fund di Philadelphia. Bentuk reksadana modern ini memungkinkan investor menjual reksadana kepada pengelola investasi serta bisa dijual kembali setiap enam bulan sekali.

Kemudian, pada 21 Maret 1924, Massachusets Investor Trust dibentuk di Boston. Dari sinilah performa reksadana semakin meningkat dan memiliki semakin banyak peminat. Massachusets Investor Trust pun masih bertahan sampai saat ini sebagai sebuah perusahaan yang bernama MFS Investment Management. 

Perjalanan reksadana di Indonesia dimulai dengan terbentuknya PT Danareksa di tahun 1976. Perusahaan yang didirikan oleh pemerintah ini mengeluarkan produk reksdana pertama yang dinamakan Sertifikat Danareksa. Namun, peraturan reksadana sendiri baru dibuat pada tahun 1995 dengan hadirnya UU No. 8 tahun 1995  yang membahas tentang peraturan reksadana. Sejak saat itu, perkembangan reksadana di Indonesia terus berkembang.

Kemudian, di tahun 2016, Bareksa hadir dan membuat sejarah baru dalam perkembangan reksadana di Indonesia. Perusahaan ini menjadi perusahaan finansial teknologi pertama yang mendapatkan lisensi resmi dari OJK untuk menjual reksadana langsung ke nasabah. 

Kelebihan Mendaftar di Bareksa

Ada beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Bareksa, di antaranya adalah:

1. Tidak Ada Biaya Transaksi

Saat Anda membeli produk reksadana melalui manajer investasi, biasanya ada sejumlah fee atau biaya transaksi yang perlu Anda keluarkan. Biaya transaksi ini cukup beragam dan maksimal sebesar 2 persen dari nilai transaksi.

Namun, saat Anda melakukan pembelian reksadana melalui Bareksa, Anda tidak perlu membayar biaya transaksi ini. 

2. Simple, Satu Akun untuk Berbagai Produk Reksadana

Bareksa dapat diumpamakan seperti sebuah marketplace untuk berbagai jenis produk reksadana. Anda bisa bebas membeli produk reksadana yang Anda inginkan hanya dari satu akun saja. Dengan begitu, Anda tidak perlu repot-repot memiliki banyak akun untuk membeli produk reksadana yang berbeda-beda.

3. Fitur dan Alat Investasi yang Mendukung

Bareksa juga memiliki sejumlah fitur dan alat investasi yang akan mendukung Anda untuk menemukan produk investasi yang tepat. Di antaranya adalah Simulator Bareksa, Kalkulator Investasi, dan juga berbagai data serta artikel reksadana yang dapat membantu Anda memilih produk investasi yang tepat.

Cara Daftar Bareksa

Dengan adanya aplikasi Bareksa, investasi reksadana menjadi jauh lebih mudah. Anda bisa membeli maupun menjual reksadana hanya dengan menggunakan smartphone saja. Cara pendaftarannya pun cukup mudah dan bisa dilakukan secara online saja. Jika Anda ingin mendaftar bareksa, Anda bisa mengikuti langkah-langkan berikut ini:

1. Unduh dan buka aplikasi Bareksa 

Jika Anda belum memiliki aplikasi Bareksa, Anda perlu mengunduhnya terlebih dahulu. Kemudian, buka aplikasi Bareksa yang sudah Anda unduh dan klik icon login di pojok kanan bawah

2. Pilih opsi “Daftar Baru”

Selanjutnya, Anda akan diarahkan ke halaman login. Jika Anda belum memiliki akun Bareksa, Anda bisa memilih opsi “Daftar Baru” yang ada di bagian bawah untuk memulai pendaftaran akun.

3. Masuk ke halaman validasi identitas

Di sini, Anda perlu menginput nomor identitas Anda. Input NIK atau nomor KTP jika Anda adalah Warga Negara Indonesia atau nomor paspor jika Anda adalah Warga Negara Asing. 

4. Lengkapi data diri Anda

Selanjutnya, Anda perlu mengisi beberapa kelengkapan data diri sebagai syarat pendaftaran. Berikut ini adalah beberapa kelengkapan yang perlu Anda isi:

a. Kelengkapan Data Diri

Bagian ini terdiri dari nama sesuai identitas, tanggal lahir, tempat lahir, agama, jenis kelamin,  nomor telepon aktif, alamat email serta password yang akan Anda gunakan untuk login ke aplikasi Bareksa.

Anda juga akan mendapatkan pilihan untuk mendaftar sebagai investor Surat Berharga Negara (SBN). Jika Anda ingin menjadi investor SBN, Anda perlu mengunggah foto kartu NPWP Anda. Namun, jika Anda tidak ingin menjadi investor SBN, hal tersebut tidak diperlukan.

b. Kelengkapan Data Alamat

Isi kelengkapan data alamat sesuai dengan alamat Anda yang tertera pada KTP.

c. Kelengkapan Data Lainnya

Bagian ini berisi informasi mengenai pekerjaan, pendidikan, penghasilan, status pernikahan, tujuan investasi, serta profil resiko. Bagian ini akan menjadi acuan bagi Bareksa untuk memberikan rekomendasi reksadana yang sesuai dengan profil Anda.

5. Masukkan Kode Token

Setelah proses pendaftaran selesai, tunggu beberapa saat sampai Anda mendapatkan SMS berisi kode token. Masukkan kode token ini ke laman Bareksa Anda.

6. Verifikasi Rekening

Selanjutnya, masukkan informasi rekening bank Anda sebagai rekening tujuan dan sumber investasi. Pastikan nama yang muncul adalah nama Anda. 

7. Tanda Tangan Elektronik

Selanjutnya, akan muncul halaman persetujuan dan tanda tangan. Klik centang persetujuan di bagian Syarat dan Ketentuan. Kemudian bubuhkan tanda tangan elektronik Anda. Klik Selesai.

Setelah seluruh proses tersebut selesai, Anda tinggal menunggu proses verifikasi akun oleh Bareksa. Jika sudah, akun Bareksa Anda siap digunakan.

Cara Beli Reksadana di Bareksa

Setelah akun Anda selesai diverifikasi oleh Bareksa, Anda bisa mulai membeli reksadana di Bareksa. Bagaimana caranya? Anda cukup mengikuti langkah-langkah cara beli reksadana di Bareksa berikut ini:

1. Login Akun Bareksa Anda

Gunakan email dan kata sandi yang sudah Anda buat untuk login ke akun Bareksa Anda.

2. Klik “Beli Reksadana”

Jika Anda sudah login, cari opsi “reksadana online” di bagian kanan atas. Lalu pilih “Beli Reksadana”.

3. Pilih Jenis Investasi, Manajer Investasi, dan Nama Reksadana

Setelah itu, tentukan jenis investasi yang Anda inginkan, manajer investasi, dan juga nama reksadana yang akan Anda beli. Pastikan Anda membuat pilihan yang sesuai dengan profil resiko Anda.

4. Centang Kolom Persetujuan

Selanjutnya, akan muncul kolom persetujuan. Klik centang pada bagian persetujuan, dan lanjutkan.

5. Tentukan Nilai Investasi

Kemudian, tentukan nilai investasi yang ingin Anda investasikan. Anda bisa mulai berinvestasi mulai dari 100 ribu Rupiah bergantung jenis investasi yang Anda pilih.

6. Pilih Metode Pembayaran 

Jika sudah, Anda akan diarahkan ke halaman metode pembayaran. Pilih metode pembayaran sesuai keinginan Anda. Kemudian klik konfirmasi pembelian untuk mendapatkan nomor rekening tujuan transfer. Pastikan nama rekening sama dengan nama reksadana yang Anda beli.

7. Transfer Dana dan Konfirmasi Pembayaran

Setelah itu, lakukan transfer dana dalam 1 x 24 jam. Pastikan Anda menulis nomor order di berita transfer. Kemudian klik link yang ada di email untuk melakukan konfirmasi pembayaran. Atau Anda juga bisa mengecek bagian “Portofolio” di aplikasi, lalu klik “Order” untuk melakukan konfirmasi pembayaran.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai sejarah Bareksa hingga cara berinvestasi di Bareksa. Apakah Anda sudah siap berinvestasi reksadana di Bareksa?

https://feeds.feedburner.com/numpanglewat