Indikasi Ahok Masih Berpeluang Lawan Anies di Pilgub DKI Jakarta

  • 4 min read
  • Feb 15, 2021
kolase Tribunnews.com

Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok masih berpeluang menyaingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta.

Demikian dikatakan Pengamat politik dan Direktur IndoStrategi Arif Nurul Imam ketika dihubungi TribunJakarta.com, Senin (15/2/2021).

Arif menanggapi survei Median yang menempatkan Anies Baswedan, Tri Rismaharini dan Ahok sebagai kandidat kuat dalam bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

“Survei Median saya kira merupakan potret realitas preferensi pemilih Jakarta jika Pilkada dilaksanakan sekarang,” kata Arif.

Arif mengatakan survei tersebut paling tidak bisa menjadi gambaran para kandidat yang pengen berlaga dalam Pilkada DKI Jakarta.

Mengenai peluang Ahok dan Anies, Arif melihat kedua nama itu berpeluang menandingi Anies Baswedan sebab pemilih Jakarta yang cair dan dinamis sangat mungkin untuk bergeser dalam preferensi politik.

“Kuncinya Risma dan Ahok tentu menunjukkan prestasi dan kinerjanya sehingga dapat menjadi nilai positif bagi masyarakat Jakarta dan memperoleh insentif elektoral,” kata Arif.

Mengenai kegiatan Risma yang blusukan di Ibu kota, Arief menilai cara itu bisa menaikkan elektabilitasnya.

“Sebagai mantan walikota, ia paham kerja-kerja prioritas yang bisa membuahkan insentif elektoral. Namun yang diuji Risma lainnya seperti bagaimana kebijakan ketika jadi Menteri juga akan menjadikan variabel apakah elektabilitasnya naik atau stagnan,” imbuh Arif.

Hasil Survei Median

Hasil survei Median menempatkan nama Anies Baswedan, Tri Rismaharini, dan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok sebagai kandidat kuat dalam bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

Direktur Median Ade Irfan Abdurrahman mengatakan, nama Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Baswedan paling banyak dipilih responden survei jika ditanya calon gubernur tanpa ada nama yang diajukan.

“Anies Baswedan mendapatkan suara 40,5 persen,” ucapnya dalam konferensi pers virtual, Senin (15/2/2021).

Kemudian, nama Menteri Sosial RI Tri Rismaharini menempati peringkat kedua dengan total suara sebanyak 16,5 persen.

“Risma ada di posisi kedua dengan metode tanpa mengajukan nama,” ujarnya.

Tepat di bawah Anies dan Risma, ada nama Ahok yang membuntuti di peringkat ketiga.

Komisaris Utama PT Pertamina sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta ini dipilih oleh 8,5 persen responden.

Kemudian, posisi empat ada nama mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang memperoleh 3 persen suara.

Selanjutnya, ada juga nama Wagub DKI saat ini, Ahmad Riza Patria, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, hingga Baim Wong yang mendapat perolehan suara 0,5 persen.

“Responden yang tak memberikan jawaban atau undecided berjumlah 28 persen,” kata dia.

Adapun survei ini melibatkan 400 responden yang memiliki hak suara dalam Pilkada DKI mendatang.

Sampel dipilih secara acak dengan teknik Multistage Random Sampling dan proporsional atas populasi dan gender, serta dilakukan secara tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Lalu, margin of error kurang lebih berada di angka 4,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Head To Head Anies dan Risma

Lembaga survei Median merilis hasil jajak pendapat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

Dua nama yang dinilai memiliki elektabilitas tinggi pun diadu untuk bersaing memperebutkan kursi nomor satu di ibu kota.

Keduanya ialah Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Baswedan dan Menteri Sosial RI Tri Rismaharini.

Jika Pilkada DKI digelar saat ini dengan dua kandidat tersebut, hasil survei menunjukkan, Anies masih berada di atas Risma.

Meski demikian, Direktur Median Ade Irfan Abdurrahman mengatakan, Anies hanya unggul tipis atas mantan Wali Kota Surabaya itu.

“Elektabilitas Anies unggul dengan suara 45 persen,” ucapnya, Senin (15/2/2021).

Sementara itu, Risma memperoleh 36 suara dari total 400 responden yang dipilih secara acak.

Artinya, perolehan suara kedua sosok itu hanya terpaut sembilan persen.

Sedangkan, sebanyak 19 persen responden lainnya tidak memilih keduanya atau undecided voters.

“Risma dapat suara 36 persen,” kata Ade dalam konferensi pers virtual.

Ade menjelaskan, Risma diadu dengan Anies lantaran nama politisi PDIP itu belakangan digadang-gadang bakal mengisi kursi Gubernur DKI Jakarta.

Namanya makin santer setelah Risma ditunjuk Presiden Joko Widodo mengisi posisi Menteri Sosial sepeninggal Juliari Batubara yang tersandung kasus korupsi bansos Covid-19.

Risma pun dianggap melakukan manuver politik setelah dirinya kerep blusukan ke sejumlah wilayah kumuh di ibu kota.

“Pemilihan Risma untuk head to head dengan Anies berdasarkan isu yang berkembang,” tuturnya.

Dari hasil jajak pendapat, mayoritas responden memilih Anies lantaran mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu dianggap memiliki kinerja bagus, religius, membawa perubahan, melanjutkan program, cerdas, ramah, dan mengurangi banjir.

“Lalu Anies juga dianggap banyak melakukan perubahan, tata kota menarik, menang banyak penghargaan, dan alasan lainnya, kata Ade.

Sementara itu, responden lainnya memilih Risma lantaran dinilai memiliki kinerja bagus, rajin blusukan, cepat tanggap, tegas, dan peduli atau dermawan.

“Pemilih juga merasa satu suku, partai PDIP, perempuan cerdas, berpengalaman, dan berwibawa,” ucapnya.

Baim Wong dan Raffi Ahmad

Artis Raffi Ahmad belakangan kembali menjadi sorotan setelah dijagokan PKB maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

Namun, hasil survei Median menunjukan bahwa tidak ada nama Raffi Ahmad yang muncul saat responden ditanya sosok yang tepat sebagai Gubernur DKI.

Bahkan, suami dari Nagita Slavina ini masih kalah tenar dibandingkan artis Baim Wong.

“Baim Wong mendapatkan suara 0,5 persen,” ucap Direktur Median Ade Irfan Abdurrahman, Senin (15/2/2021).

Ade menjelaskan, nama Baim Wong muncul dari hasil survei saat responden ditanya calon Gubernur DKI tanpa ada nama yang diajukan.

Perolehan suara Baim Wong ini sama dengan beberapa tokoh politik tenar lainnya, seperti Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, hingga politisi PAN Abraham Lunggana alias Haji Lulung.

Sedangkan, nama Raffi Ahmad justru muncul di antara 11 kandidat calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang muncul dalam survei Median.

“Raffi Ahmad mendapatkan satu persen suara,” ujarnya dalam konferensi pers virtual.

Perolehan suara Raffi Ahmad untuk posisi wakil gubernur ini sama seperti Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Bahkan, peroleh suara Raffi Ahmad ini jauh lebih tinggi dibandingkan sosok Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan mantan vokalis Nidji sekaligus politisi PSI Giring Ganesha yang hanya mendapat 0,5 persen suara.

Adapun survei ini melibatkan 400 responden yang memiliki hak suara dalam Pilkada DKI mendatang.

Sampel dipilih secara acak dengan teknik Multistage Random Sampling dan proporsional atas populasi dan gender, serta dilakukan secara tatap muka dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Lalu, margin of error kurang lebih berada di angka 4,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (TribunJakarta).

Lihat Artikel Aslinya

https://feeds.feedburner.com/numpanglewat