Heboh Bansos Ayam Hidup di Cianjur ini Fakta-faktanya

  • 3 min read
  • Jan 31, 2021
Heboh Bansos Ayam Hidup di Cianjur ini Fakta-faktanya

Warga Kabupaten Cianjur penerima Bantuan Pangan non Tunai (BPNT) dibuat geleng-geleng kepala. Pasalnya mereka mendapatkan ayam hidup saat mencairkan bantuan tersebut.

Berikut fakta-fakta :

Warga Dapat Ayam Hidup

Penerimaan BNPT di Kabupaten Cianjur dibuat heran, biasanya penerima manfaat mendapatkan daging ayam potong sebagai komoditas kelompok protein hewani. Tapi, kali ini malah mendapatkan ayam hidup. Kejadian ini terungkap, setelah foto seekor ayam kampung hidup tersebar di media sosial WhatsApp.

“Sempat heran, kenapa dikasihnya ayam hidup bukannya daging ayam,” kata salah satu warga Kecamatan Pagelaran Mpuy (bukan nama sebenarnya), Senin (25/1) lalu.

Mpuy juga mengaku tidak diberi alasan yang jelas mengapa komoditas daging ayam malah digantikan ayam hidup.

“Tidak, tidak dikasih tahu kenapa. Begitu datang ke e-Warong buat cairkan bantuan, dikasihnya beras dan komoditas lainnya termasuk ayam hidup,” jelasnya.

Ayam Mati Setelah Dibawa Pulang

Mpuy juga menyebut, sejumlah warga juga kesal karena ayam yang didapat malah mati setelah tiba di rumah.

“Ada juga yang mati saat sampai di rumah. Sudah bingung, kesal juga karena jadinya malah tidak bisa diolah. Mau disembelih juga sudah tidak bisa, karena kondisinya mati,” ungkapnya.

Warga keberatan mendapatkan bantuan ayam hidup, warga memilih bantuan ayam sudah dipotong meskipun ukurannya setengah atau satu kilogram. Denganbanyauam ayam hidup warga dibuatribet.

Kepala Desa PagelaranRachmatRusyandi, membenarkan jika banyak warganya yang mendapatkan ayam hidup dariBansosBPNT.

Alur Distribusi Penerima BNPT

Jika melihat ke alur distribusi bantuan ini, penerima bansos tersebut akan menerima kartu khusus yang diisi uang dengan nominal Rp 200 ribu yang ditransfer langsung Kementerian Sosial ke rekening penerima.

Rekening yang terisi secara otomatis setiap bulannya itu tidak bisa ditarik tunai. Penerima bansos harus membelanjakan empat komoditi yang telah ditentukan dalam pedoman umum di layanan penjualan bernama e-Warong.

Empat komoditi itu, terdiri dari beras sebagai sumber karbohidrat, telur, daging sapi, daging ayam dan ikan sebagai sumber protein hewani, kacang-kacangan atau tahu tempe sebagai protein nabati, hingga buah-buah-buahan sebagai sumber vitamin.

Komoditas bantuan yang tersedia di e-Warong tersebut dipasok oleh penyuplai. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tinggal menukarkan bantuan tersebut dengan sembako sesuai dengan kebutuhan.

Salah seorang agen e-Warong yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan jika dirinya juga tidak mengetahui secara pasti alasan komoditas protein hewani yang biasanya berupa daging ayam potong atau daging sapi malah digantikan dengan ayam hidup.

“Kalau alasan pastinya tidak tahu saya juga, tiba-tiba diganti dengan ayam hidup,” katanya.

Menurutnya, beberapa hari sebelum penyaluran, pihak supplier datang dengan membawa ayam kampung hidup, tetapi tidak dijelaskan secara jelas kenapa terjadi penggantian secara tiba-tiba. Bahkan, menurut dia, sempat dibuat kandang sementara untuk menyimpan ayam tersebut.

“Sempat ditanya, kenapa diganti? katanya sudah ini saja lebih bagus. Karena tidak mau banyak debat terima saja dan didistribusikan ke KPM. Sempat dibuat kandang sementara, setelah habis langsung dibongkar lagi,” jelasnya.

Tak hanya di Desa Pagelaran, hal serupa terjadi di desa lainnya. Meski begitu, ada juga yang diberi ayam potong. “Iya se-Pagelaran pakai ayam hidup. Kalau tidak salah ada juga beberapa yang pakai daging ayam. Tapi kebanyakan pakai ayam hidup,”paparnya.

Penelusuran Dinsos

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur belum mendapatkan laporan terkait informasi tersebut. Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Kabupaten Cianjur Surya mengaku, pihaknya baru mendengar dan mengetahui bansos ayam hidup dalam bantuan BNPT.

“Baru dengar kang. Baru pertama kali ada yang seperti ini. Ada-ada saja,” ujar Surya saat dikonfirmasi.

Dengan ada kejadian ini, Kadinsos Jabar Dodo Suhendar mengatakan, saat ini tim dari Dinsos Cianjur turun ke lapangan untuk mengecek informasi tersebut. “Dari Dinsos Cianjur sedang mengecek ke lapangan,” kata Dodo.

Seperti diketahui, di Jabar terdapat 3.515.180 KPM berupa BPNT ini. Jumlah ini berkurang dari tahun sebelumnya, yang dialokasikan sebanyak 3.721.490 KPM.

Dodo menyebut, sejak penyaluran BPNT dilakukan tidak ada laporan keluhan terkait komoditas dari BPNT ini. “Tidak ada (laporan keluhan),” kata Dodo.

Plt Bupati Minta Bantuan Berupa Ayam Potong

Plt Bupati Cianjur Herman Suherman tegaskan, penyaluran BPNT menggunakan ayam hidup sudah menyimpang dari pedoman umum.

“Saya tegaskan, tidak boleh pakai ayam hidup. Harus daging ayam, sesuai dengan pedoman umum,” katanya.

Menurutnya, dalam pedoman umum sudah dijelaskan jika komoditas protein hewani berupa telur, daging sapi, daging ayam, dan ikan. Jika pada penyaluran berikutnya harus daging ayam, tidak lagi ayam hidup.

“Kalau tetap ada ayam hidup, akan ditindak karena tidak sesuai dengan pedoman umum yang ditetapkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, Dinsos masih menelusuri kejadian ini

“Dinas terkait masih melakukan evaluasi. Nanti setelah diketahui kenapa bisa ada ayam hidup dalam BPNT di bulan ini, akan kami proses lebih lanjut. Termasuk jika ada pihak dinas yang terlibat atau menyetujui penyaluran yang tak sesuai pedoman tersebut,” terangnya.

DPRD Cianjur Minta Dinsos Usut Bansos Ayam Hidup

Ketua DPRD Cianjur Ganjar Ramadhan, mendapatkan banyak laporan terkait pembagian ayam kampung hidup dalam program BPNT di Kecamatan Pagelaran.

“Puncaknya setelah viral dan ramai pemberitaan, yang laporan semakin banyak. Mulai dari KPM itu sendiri, hingga pihak lainnya di wilayah Pagelaran,” ucap Ganjar kepada detikcom.

Ia menyebut, Dinas Sosial harus segera turun tangan dan melakukan evaluasi terkait hal tersebut. “Apakah ini ada tujuan tertentu atau ada faktor lainnya harus ditelusuri dan dievaluasi. Sebab ini menyangkut hak warga tidak mampu,” sebutnya.

Dalam kejadian ini juga, Polres Cianjur turun tangan menelusuri kejadian ini. Kapolres Cianjur AKBP Moch Rifai, mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

“Sudah dilakukan penyelidikan, dari kemarin sudah dimulai. Tim juga ada yang kelapangan untuk cek,” ujar Rifai.

Menurutnya, polisi akan mendalami penyebab adanya penggantian salah satu komoditas menjadi ayam hidup. “Kalau memang ada pelanggaran, kami akan proses lebih lanjut,” tegasnya.

Lihat artikel asli

https://feeds.feedburner.com/numpanglewat